Potensi Lokal Belum Tergarap, Sektor Ekraf Demak Ditargetkan Jadi Penopang Ekonomi Rakyat

Sekretaris Daerah Kabupaten Demak bersama perwakilan OPD dan Komite Ekonomi Kreatif berfoto bersama usai Rapat Evaluasi Kinerja Pengembangan Ekonomi Kreatif Tahun 2025 di Gedung Grhadika Bina Praja. Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) di Kabupaten Demak dinilai belum berjalan optimal dan masih menghadapi berbagai kendala serius. Hal tersebut mencuat dalam Rapat Evaluasi Kinerja Pengembangan Ekonomi Kreatif Tahun 2025 yang digelar di Gedung Grhadika Bina Praja.
Pertemuan yang diikuti 50 peserta dari Komite Ekonomi Kreatif (KEK) dan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini menjadi evaluasi atas kinerja sektor kreatif daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, secara terbuka mengungkap sejumlah persoalan mendasar yang menjadi penghambat kemajuan. Ia menyoroti ketidakaktifan Komite Ekonomi Kreatif yang dinilai belum menjalankan tugas dan fungsi secara maksimal sebagai motor penggerak ekraf. Selain masalah komitmen, ketiadaan kantor sekretariat KEK dianggap menjadi pemicu lemahnya koordinasi dan keberlanjutan aktivitas operasional.
“Jika struktur dan peran kelembagaan saja belum berjalan, maka sulit berharap ekonomi kreatif bisa berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi perekonomian daerah,” ujar Akhmad Sugiharto, Selasa (16/12/2025).
Ia juga menambahkan bahwa stagnasi ini berdampak langsung pada terhambatnya peluang usaha dan terbatasnya akses bagi para pelaku kreatif lokal. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki Demak saat ini belum tergarap maksimal sehingga belum mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat.
“Kondisi ini berimplikasi pada hilangnya potensi ekonomi lokal yang seharusnya bisa menjadi motor pertumbuhan kita,” imbuhnya.
Di sisi lain, kritik juga diarahkan kepada OPD pengampu subsektor ekraf yang dinilai belum memahami secara utuh peta jalan (roadmap) pengembangan ekonomi kreatif.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Endah Cahyarini, menyampaikan bahwa evaluasi ini harus menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan total secara struktural.
“Tanpa sinergi yang kuat, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan sulit bergerak maju. Evaluasi ini diharapkan menjadi titik balik untuk membangun ekraf yang lebih terarah dan berkelanjutan,” kata Endah.
Pemerintah Kabupaten Demak berharap, melalui perbaikan kelembagaan dan kolaborasi yang lebih konkret antar-OPD, sektor ekonomi kreatif dapat segera bangkit. Langkah ini diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi bisa memberikan dampak bagi penguatan ekonomi kerakyatan di wilayah Demak. (Sm)
