Waspada Superflu H3N2, Dinkes Demak Pastikan Belum Ada Kasus

Ilustrasi gambar. Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Istilah superflu belakangan ini ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, dr. Ali Maimun, menjelaskan bahwa superflu yang dimaksud merupakan varian virus influenza A(H3N2) subclade K yang saat ini tengah dipantau secara global.
“Varian yang disebut superflu ini masih termasuk dalam keluarga besar virus influenza A H3N2 yang sudah lama dikenal dan terus diawasi oleh sistem surveilans global, termasuk WHO,” ujar dr. Ali Maimun saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).
Ia menyampaikan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mendeteksi kasus superflu pertama kali pada Agustus 2025 melalui sistem surveilans Influenza Like Illness–Severe Acute Respiratory Infection (ILI-SARI) serta pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS).
Hingga akhir Desember 2025, tercatat sebanyak 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia. Provinsi dengan jumlah kasus tertinggi meliputi Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Meski demikian, dr. Ali menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus superflu di Kabupaten Demak.
“Alhamdulillah, di Demak sendiri belum ada laporan kasus. Namun masyarakat tetap harus waspada dan tidak lengah,” tegasnya.
Secara klinis, superflu memiliki gejala yang mirip dengan flu musiman pada umumnya, seperti demam tinggi, batuk dan pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, serta tubuh terasa lemas. Gejala biasanya muncul secara bertahap beberapa hari setelah terpapar virus.
“Dokter tidak bisa membedakan superflu hanya dari gejala fisik, karena sangat mirip dengan flu biasa,” jelas dr. Ali.
Virus influenza menular terutama melalui percikan udara atau droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui permukaan benda yang terkontaminasi virus, kemudian disentuh dan mengenai wajah, hidung, atau mulut.
Kelompok yang paling berisiko terinfeksi atau mengalami komplikasi serius antara lain balita, lansia, penderita penyakit kronis, serta orang dengan gangguan sistem imun.
Sebagai upaya pencegahan, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga etika batuk dan bersin, menggunakan masker saat sakit, serta menjaga asupan gizi dan istirahat yang cukup.
Selain itu, vaksin influenza tahunan tetap direkomendasikan, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit penyerta, guna menurunkan risiko sakit berat dan rawat inap.
“Masyarakat yang sedang sakit demam atau batuk sebaiknya tetap di rumah dan menghindari kerumunan. Jika gejala memberat, seperti sesak napas, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan,” pungkas dr. Ali. (Sam)
