34 Sekolah Terdampak Banjir di Demak, SDN 1 Sayung Bertahan dengan Kelas Bergilir

Sekolah banjir di demak

Siswa SD Negeri 1 Sayung, Kabupaten Demak, tetap berangkat dan mengikuti kegiatan belajar meski lingkungan sekolah terendam banjir akibat hujan lebat dan rob yang belum surut, Sabtu (17/1). Foto: Sm

ARUSUTAMA.com – Banjir akibat curah hujan tinggi yang diperparah dengan air rob masih berdampak luas terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Demak. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Demak, sedikitnya 34 sekolah terdampak banjir, terdiri dari 29 Sekolah Dasar (SD) dan 5 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Salah satu sekolah yang terdampak cukup parah adalah SD Negeri 1 Sayung, Kecamatan Sayung. Seluruh area sekolah, termasuk 10 ruang kelas, halaman, dan kantor, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sedengkul orang dewasa.

Plt. Kepala SDN 1 Sayung, Sudiro, mengatakan banjir di sekolah tersebut telah berlangsung sekitar tiga bulan terakhir. Meski sempat surut, genangan kembali terjadi akibat derasnya hujan dan tingginya air rob yang membuat air tidak dapat mengalir keluar.

“Sekolah kami terendam semua. Dari 10 ruang kelas, semuanya tergenang. Halaman yang sudah kami tinggikan sekitar 60 sentimeter juga masih terendam,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).

Dengan jumlah siswa mencapai 243 anak, pihak sekolah tetap mengupayakan pembelajaran tatap muka dengan sistem bergilir. Kelas 1 hingga 3 masuk pada pagi hari, sementara kelas 4 hingga 6 masuk setelah pukul 09.00 WIB. Proses belajar mengajar dipusatkan di tiga ruangan yang relatif aman, yakni perpustakaan, musala, dan ruang UKS.

Menurut Sudiro, opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) belum dapat diterapkan sepenuhnya karena kondisi rumah siswa juga terdampak banjir, bahkan dengan ketinggian air yang lebih parah dibandingkan di sekolah.

“Sebagian besar rumah siswa juga kebanjiran. Jika PJJ diterapkan justru menyulitkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dindikbud Kabupaten Demak, Haris Wahyudi Ridwan, menyampaikan bahwa dari 34 sekolah terdampak banjir, sebanyak 12 sekolah telah melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), sementara sisanya masih menyesuaikan kondisi lapangan.

“Jika kondisi tidak memungkinkan untuk tatap muka, sekolah dapat melaksanakan PJJ secara daring atau pemberian tugas,” jelas Haris.

Ia menambahkan, sejumlah sekolah terdampak banjir tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya SDN 1 Sayung, SDN Tridonorejo 1, SDN Kembangan, SDN Jatirogo, SDN Wonorejo 2, SDN Pecuk 1, SDN Loireng, SDN Tempuran 1, serta SMPN 3 Bonang, SMPN 1 Bonang, SMPN 2 Wedung, dan SMPN 2 Mijen dan lainnya. (Sam)