Longsor Hingga 90 Meter, Tanggul Klambu Kiri Demak Terancam Jebol

Kondisi tanggul Daerah Irigasi Klambu Kiri di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, yang mengalami longsor di sejumlah titik dan dikhawatirkan berpotensi jebol serta mengancam area persawahan dan permukiman warga. Foto: Ard.
ARUSUTAMA.com – Tanggul Sungai Daerah Irigasi Klambu Kiri di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, mengalami longsor di sejumlah titik. Kondisi tersebut membuat warga sekitar khawatir tanggul jebol dan air meluap hingga merendam area persawahan serta permukiman.
Berdasarkan pantauan di lokasi, akses menuju tanggul yang longsor dapat dilalui melalui jalan di belakang Pasar Karanganyar. Setidaknya terdapat dua titik longsoran utama di kawasan tersebut.
Pada titik pertama, panjang longsoran mencapai sekitar 15 meter dan masih menyisakan sepertiga badan tanggul. Sementara pada titik kedua, longsoran jauh lebih parah dengan panjang sekitar 90 meter. Di titik ini, badan tanggul habis tergerus hingga bagian cor tanggul sisi luar terlihat jelas.
Salah satu warga setempat, Burhan, mengaku cemas melihat kondisi tanggul yang semakin memprihatinkan, terutama di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.
“Kalau kondisinya hujan terus seperti ini, takutnya lama-lama jebol kalau dibiarkan. Apalagi ini menghadap ke sawah dan di sisi sana ada permukiman warga,” kata Burhan saat ditemui di warung mi ayam dekat lokasi, Jumat (23/1/2026).
Ia menambahkan, ancaman banjir sangat dikhawatirkan petani karena sebagian sawah akan segera memasuki masa panen.
“Sawahnya ini kan sebentar lagi panen, kalau kena banjir ngeri, bisa-bisa gagal panen. Terus airnya bisa saja sampai ke rumah-rumah warga Norowito,” ujarnya.
Kekhawatiran serupa disampaikan warga lainnya, Suripto. Menurutnya, longsor tersebut sudah terjadi sejak dua hingga tiga hari terakhir dan merupakan yang terparah dibanding kejadian sebelumnya.
“Sudah 2–3 hari ini longsornya. Kalau jebol belum pernah. Tapi longsor yang kayak gini baru kali ini. Dulu pernah longsor tapi tidak seberapa, kalau sekarang ini menurut saya parah,” kata Suripto usai menjala ikan di sekitar lokasi.
Ia menilai, apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi membahayakan Dukuh Norowito, Desa Ketanjung.
“Nanti begitu ada hujan atau air meluber, otomatis ini yang agak berbahaya karena larinya air kan ke Dukuh Norowito khususnya,” ucapnya.
Suripto pun berharap pemerintah segera melakukan perbaikan.
“Kalau saya sebagai warga ya harapannya diperbaiki ulang, segera dibuat tanggul atau bagaimana, yang penting diperbaiki,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (Dinputaru) Kabupaten Demak, Suroso, menyampaikan bahwa terdapat empat titik longsoran di sepanjang aliran irigasi Klambu Kiri.
“Sudah dilaporkan ke BBWS Pemali Juana, tindak lanjut dalam proses pelaporan untuk segera ditangani,” kata Suroso melalui pesan WhatsApp kepada wartawan.
Hingga kini, warga berharap penanganan segera dilakukan guna mencegah risiko jebolnya tanggul yang dapat berdampak luas bagi pertanian dan keselamatan permukiman sekitar. (Sm)
