278 Hektare Sawah di Demak Puso, Dampak Tanggul Jebol Kian Meluas

Hamparan sawah di Kabupaten Demak terendam banjir akibat tanggul jebol, menyebabkan ratusan hektare lahan pertanian gagal panen. Foto: ist.
ARUSUTAMA.com – Dampak jebolnya tanggul pada awal bulan lalu masih dirasakan para petani di Kabupaten Demak. Ratusan hektare lahan persawahan dilaporkan mengalami gagal panen (puso) akibat terendam banjir berkepanjangan.
Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Pertanian dan Pangan bergerak cepat dengan melaporkan kondisi tersebut ke pemerintah pusat guna mendapatkan penanganan dan bantuan bagi petani terdampak.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Agus Herawan, mengungkapkan bahwa total lahan sawah yang mengalami puso di Kecamatan Guntur mencapai sekitar 278 hektare. Lahan tersebut tersebar di lima desa, yakni Trimulyo, Tlogorejo, Bumiharjo, Sidoharjo, dan Turitempel.
“Wilayah paling terdampak berada di Desa Sidoharjo dengan luas sekitar 126 hektare, serta Desa Turitempel kurang lebih 80 hektare,” jelasnya, Rabu (22/4/2026).
Tak hanya di Kecamatan Guntur, dampak banjir juga meluas ke Kecamatan Karangtengah. Di wilayah ini, sekitar 211 hektare tanaman padi di enam desa dilaporkan terendam air.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah pusat melalui Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Jawa Tengah telah menyalurkan bantuan berupa benih padi sebanyak 11 ton. Bantuan tersebut diharapkan dapat segera dimanfaatkan petani untuk memulai kembali masa tanam.
Agus menegaskan, pelaporan ke pemerintah pusat merupakan bagian dari langkah strategis untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian di Demak.
“Kami berupaya agar petani tidak terlalu lama mengalami kerugian. Bantuan benih ini diharapkan bisa mempercepat proses tanam kembali dan memulihkan produksi pangan,” ujarnya.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Demak. Upaya pemulihan terus dilakukan agar para petani dapat segera bangkit pascabencana banjir. (Sm)
