Pemkab Demak Berikan Rp 50 Juta Bagi Terdampak Rob untuk Bangun Rumah

Bupati Demak Eisti'anah beserta jajaran bersama BPR BKK Jateng dan NBI serta masyarakat penerima program Tuku Tanah Oleh Omah. Foto: Sam
Demak, arusutama.com – Pemerintah Kabupaten Demak berikan bantuan Rp 50 juta kepada warga terdampak rob yang rumahnya bersedia untuk direlokasi.
Hal itu diungkapkan Bupati Demak Hj Eisti’anah usai penandatanganan fasilitas kredit BKK Jateng program ‘Tuku Lemah oleh Omah’, dan penyerahan bantuan material Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) NBI secara simbolis bagi warga terdampak bencana atau relokasi program Kab. Demak Tahun 2023 di Desa Tlogoboyo, Kec. Bonang, Rabu (13/12/2023).
“Dari BKK Jateng menyediakan tanahnya dan kami dari Pemkab Demak memberikan support sebesar Rp 50 juta bagi warga yang terdampak rob, seperti yang di Mondoliko–punya tanah, kemudian kita kasih bantuan Rp 50 juta untuk membangun rumah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Eisti menjelaskan, tanah yang dimaksud adalah dibeli dengan cara mengangsur, sasarannya fokus pada empat kecamatan terdampak rob, khusus yang bonang untuk warga yang tinggal di bantaran sungai.
“Ini adalah niat yang baik dari Bank bersama Pemkab, prioritas kami adalah warga yang terdampak rob yang mau untuk direlokasi. Semoga dengan upaya ini, sedikit demi sedikit untuk mengatasi rob kedepannya bisa lebih baik lagi, sehingga masyarakat bisa hidup layak dan sehat,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT BPR BKK Jateng Perseroda, Drajat Adhitya Waldi mengatakan bahwa Dari 8 orang penerima fasilitas kredit ini masing-masing mendapatkan dengan plafon kredit yang bervariatif.
“Kredit bisa mulai dari 30-60 juta, dengan bunga sebesar 0,75 persen perbulan dengan angsuran 400 ribu sampai dengan satu juta menyesuaikan kemampuan dari debiturnya,” terangnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan jika sebelumnya dari BPR BKK Jateng juga sudah memberikan fasilitas kredit kepada masyarakat relokasi bantaran sungai di kota Pekalongan, relokasi Rusunawa Kaligawe, penataan kampung Blangkon Surakarta.
“Total pemberian kreditnya sebesar 2,6 miliar, dengan jumlah debitur sebanyak 64 nasabah dan masih ada kabupaten lainnya yang sedang proses diantaranya kabupaten Pekalongan, Temanggung, Wonosobo dan Purbalingga,” pungkasnya. (Sam)
