Spanduk Gabungan Eisti-Gus Bad dan Lutfi-Yasin Bikin Bingung Warga, Golkar Tegaskan Kesolidan Koalisi

Spanduk Kampanye Golkar

Spanduk gabungan Eisti - Gus Bad dan Lutfi - Gus Yasin yang terpasang di Jalan Karangawen. Foto: ist

ARUSUTAMA.com – Sejumlah spanduk kampanye dari Partai Golkar yang menampilkan wajah pasangan Eisti-Gus Bad dan Lutfi-Yasin dalam satu frame di beberapa titik di Kabupaten Demak membuat masyarakat bingung. Pasalnya, dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, yang diharapkan solid, justru tampak tak konsisten di mata warga.

Salah satu warga, Suryanto (34), mengungkapkan kebingungannya terkait spanduk tersebut. Menurutnya, seharusnya partai-partai di dalam KIM Plus mendukung pasangan yang sama di semua tingkatan, baik di tingkat gubernur maupun kabupaten.

“Setahu saya, Golkar itu tergabung di KIM Plus dan harusnya mendukung pasangan Edi-Eko di tingkat kabupaten serta Lutfi-Gus Yasin di tingkat provinsi. Tapi kok malah pasang gambar Eisti-Gus Bad dengan Lutfi-Yasin, bingung saya,” ujarnya.

Menanggapi kebingungan tersebut, Ketua DPC Golkar Demak, Siswanto, menegaskan bahwa tidak ada yang perlu dipersoalkan. Menurutnya, dalam Pilkada serentak 2024, Golkar memiliki tugas untuk memenangkan Eisti-Gus Bad di tingkat kabupaten serta Lutfi-Gus Yasin di tingkat provinsi.

“Di tingkat Jawa Tengah, kami ditugaskan memenangkan Pak Lutfi-Gus Yasin, sedangkan di Kabupaten Demak kami memenangkan Ibu Eisti-Gus Bad. Oleh karena itu, kami memasang alat peraga yang menampilkan kedua pasangan tersebut,” jelas Siswanto, di Gedung DPRD Demak, Rabu (9/10).

Siswanto juga meyakinkan bahwa hal ini tidak akan mempengaruhi kesolidan koalisi di Kabupaten Demak. Ia menegaskan bahwa partai-partai yang tergabung dalam KIM Plus sudah dewasa dalam berpolitik dan memahami dinamika koalisi dan kontestasi.

“Enggak ada masalah. Setiap lima tahun, situasi seperti ini biasa terjadi, dan kita sudah paham cara menghadapinya,” tambahnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak terlalu bingung dengan spanduk yang ada. Siswanto meminta warga lebih fokus mempelajari visi misi serta kualitas calon di tingkat kabupaten maupun provinsi sebelum menentukan pilihan di Pilkada nanti.