Petani Karangrejo Rugi Miliaran Akibat Banjir, Minta Bantuan Pemkab Demak

Kondisi sawah di Desa Karangrejo, Bonang, Demak terendam banjir, Rabu (21/5/2025). Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Banjir besar yang melanda wilayah Kabupaten Demak sejak pertengahan Mei 2025 telah menenggelamkan ribuan hektare lahan pertanian. Kecamatan Bonang menjadi wilayah terdampak paling parah, khususnya Desa Karangrejo yang mencatatkan kerusakan total pada sektor pertaniannya akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang.
Petani sekaligus perangkat Desa Karangrejo, Wahid Ulin Nuha, mengatakan bahwa seluruh lahan pertanian di desanya lumpuh akibat terendam banjir.
“Kondisi pertanian di Desa kami, Karangrejo, Bonang Demak saat ini lumpuh total setelah jebolnya tanggul Kali Tuntang,” ujarnya, Rabu (21/5/2025).
Ia menjelaskan, sekitar 200 hektare sawah tenggelam hanya satu bulan setelah masa tanam dimulai.
“Padahal kurang dua bulan lagi, sawah-sawah itu sudah siap panen,” lanjut Ulin.
Jika dikalkulasi, kerugian mencapai lebih dari Rp1,2 miliar.
“Satu bau itu nilainya sekitar enam juta rupiah, kali 200 hektare, sudah berapa kerugiannya. Belum lagi tambak perikanan yang tenggelam, itu ada sekitar 50 hektare,” tambahnya.
Tak hanya itu, Ulin juga mengungkapkan kekhawatiran petani yang enggan membayar pajak jika sawah mereka terus terendam.
“Petani akan menolak membayar PBB jika sawahnya masih seperti ini. Sawah tenggelam semua, bagaimana kami bisa bayar?” katanya.
Banjir juga berdampak pada tanah kas desa yang tidak bisa dimanfaatkan.
“Tanah kas desa itu ada 38 hektare, semuanya tenggelam. Ini jelas merugikan desa karena tidak bisa dilelang seperti biasanya,” tegas Ulin.
Laporan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan) Demak menunjukkan bahwa Kecamatan Bonang mencatat kerusakan terluas. Di Desa Karangrejo saja, dari total 328 hektare sawah, 250 hektare terendam dan dinyatakan puso atau gagal panen.
Kepala Dinpertan Demak, Agus Herawan, dalam laporan insidentil periode 11–20 Mei 2025 menyebutkan bahwa total luas tanaman padi yang terdampak banjir di Kabupaten Demak mencapai 1.377,38 hektare.
“Bencana banjir kali ini menyebabkan kerusakan paling parah di Kecamatan Bonang, terutama karena jebolnya tanggul Sungai Tuntang dan curah hujan yang sangat tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, data dari BPBD Demak per Rabu (21/5/2025) mencatat dampak banjir tidak hanya terbatas pada pertanian. Sekitar 730 hektare lahan pertanian terdampak, melibatkan ±2.903 kepala keluarga dan 11.462 jiwa. Selain itu, sebanyak 2.959 rumah, 25 sekolah, 17 tempat ibadah, dan sejumlah fasilitas umum lainnya ikut terdampak.
Para petani berharap pemerintah kabupaten segera turun tangan dan memberikan bantuan yang sesuai.
“Harapan kami, Pemkab bisa membantu sedikit untuk meringankan beban para petani di desa kami,” pungkas Ulin. (Sam)
