Bupati Demak Luruskan Isu: Rp 10,9 Triliun Bukan untuk Atasi Rob

Bupati Demak Eisti'anah saat dikonfirmasi awak media di Kecamatan Sayung. Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Klarifikasi penting disampaikan Bupati Demak, Eisti’anah, terkait anggaran Rp 10,9 triliun yang sempat disebut-sebut sebagai solusi penanganan banjir rob di Demak. Menurutnya, dana tersebut bukan untuk penanganan rob secara menyeluruh, melainkan khusus untuk pembangunan Proyek Tol Laut Semarang–Demak Seksi 1.
“Anggaran Rp 10,9 triliun itu adalah bagian dari proyek tol laut, bukan untuk membangun tanggul laut atau normalisasi sungai di luar tol. Jadi tidak secara langsung menyelesaikan rob di wilayah-wilayah pesisir Demak,” tegas Eisti saat memberikan keterangan, Rabu (28/5/2025).
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Demak telah mengajukan anggaran tersendiri sebesar Rp 1,7 triliun kepada pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dana tersebut ditujukan untuk pembangunan tanggul laut dan normalisasi sungai–dua hal yang dinilai sebagai penyebab utama banjir rob yang kerap merendam sejumlah kecamatan di pesisir Demak.
“Kalau hanya menanggul dalam area tol, desa-desa sekitar bisa lebih parah terdampak rob. Maka dari itu, kami sudah mengusulkan anggaran DED (Detail Engineering Design) sejak 2023, dengan harapan pelaksanaan fisik bisa dimulai 2025,” tambahnya.
Saat ini, proses penyusunan DED sedang berjalan dan mencakup wilayah pesisir Kecamatan Sayung. Jika disetujui, pembangunan tanggul akan dilakukan secara bertahap dari Sayung hingga ke wilayah timur Demak seperti Karangtengah, Bonang, dan Wedung.
Sementara itu, pembangunan tol laut sendiri direncanakan rampung pada tahun 2027 dan diharapkan dapat mereduksi rob di kawasan Terboyo, Kaligawe, hingga Sriwulan. Namun, Eisti menekankan bahwa upaya itu belum cukup untuk menyelesaikan persoalan rob yang kerap mengganggu jalan Pantura dan pemukiman warga.
“Kami sangat berharap bantuan dari Pemprov Jawa Tengah agar anggaran Rp 1,7 triliun ini segera direalisasikan. Dengan begitu, masyarakat di wilayah-wilayah pesisir bisa segera merasakan perlindungan dari banjir rob,” pungkas Bupati Eisti. (Sm)
