Tekan Angka Stunting, Demak Gencarkan Gerakan Makan Ikan di Daerah Lokus

Bupati Demak Eisti'anah bersama Dinlutkan Demak saat berikan bantuan dan tinjau lokus stunting di Desa Weding, Bonang, Selasa (27/5). Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Kelautan dan Perikanan terus menggencarkan Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemarikan) sebagai upaya percepatan penurunan angka stunting di kota wali. Program ini menyasar ibu hamil dan balita di daerah-daerah yang telah ditetapkan sebagai lokus stunting.
Bupati Demak, Eisti’anah, secara langsung menyerahkan bantuan makanan berbahan dasar ikan kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi seperti Desa Weding, Kecamatan Bonang. Padahal, wilayah tersebut dikenal sebagai sentra perikanan.
“Ini menjadi perhatian kita bersama. Weding sebagai sentra ikan, tetapi masih mencatat angka stunting yang cukup tinggi. Maka ayo kita semua berlomba dan bergotong-royong untuk menurunkan angka stunting,” ujar Bupati Eisti’anah di sela kegiatan, Selasa (27/5/2025).
Program Gemarikan di Demak tidak diberikan secara merata, melainkan diprioritaskan untuk daerah yang masuk dalam SK Bupati sebagai lokus stunting. Selain Weding, wilayah seperti Purworejo, Morodemak, dan Betahwalang juga menjadi sasaran Lokus Stunting.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak, Nanang Tasunar, menyebutkan bahwa program ini dikolaborasikan dengan puskesmas untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.
“Kami mengikuti SK Bupati tentang lokus stunting. Penyaluran bantuan dilakukan melalui puskesmas di daerah yang masuk dalam lokus tersebut,” jelasnya.
Nanang juga menyoroti kondisi ironis di Kecamatan Bonang yang memiliki potensi perikanan tangkap dan budidaya tinggi, namun masih ditemukan kasus stunting.
“Ini kemungkinan besar karena kurangnya edukasi pada orang tua. Anak-anak lebih memilih jajan daripada makan ikan yang kaya gizi,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi Gemarikan dengan program penurunan stunting ini memberikan nilai tambah. Selain mengampanyekan konsumsi ikan, program juga berkontribusi langsung pada perbaikan gizi masyarakat.
“Harapannya, gerakan ini bisa menyadarkan masyarakat untuk lebih memanfaatkan produk-produk perikanan yang sudah disediakan, demi masa depan anak-anak yang lebih sehat dan bebas stunting,” pungkasnya. (Sm)
