Tata Cara atau Protokol Melakukan KetoFastosis Selama Bulan Ramadhan.

IMG-20220401-WA0148

Reshare, tata cara atau protokol melakukan KetoFastosis selama bulan Ramadhan.

Mohon dibaca dengan seksama yaa..
Dicermati juga table yang saya bagikan dengan baik yaa..

Untuk yang mampu, kuat atau sudah ketosis tahunan, boleh sahur hanya dengan air, air kaldu, vco, teh hijau dan segala jenis cairan tanpa kalori saja. Namun untuk pemula bahkan yang BARU melakukan KF sambil Ramadhan, BOLEH makan di jam sahur sesuai fase yang dijalaninya.

Reshare :

Halo, selamat sore Warriors.
Bagaimana ibadah puasa ramadhannya tahun ini?
Semoga semakin khusyuk penuh berkah yaa 🙂

Dalam KetoFastosis, melakukan ibadah puasa ramadhan akan jauh lebih mudah dibandingkan ramadhan sebelumnya saat menggunakan metabolisme glukosa. Dengan pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak dan protein yang seimbang, maka tubuh yang ketosis karena berpuasa akan dipertahankan kondisi ketosisnya dengan pemilihan pola makan yang tepat, yaitu asupan makanan yang rendah karbo sehingga tidak mengagalkan kondisi ketosis yang sudah dicapai saat puasa Ramadhan.

Dalam pelaksanaan tata laksana puasa ramadhan saat melakukan gaya hidup KetoFastosis, bisa diaplikasikan sesuai protokol. Saat sahur, makan sesuai fase yang dijalani, VCO 1-2 sdm, Immunator Honey 1/2 sdt dari pukul 3 dan stop makan pukul 4 pagi, dari jam 4 hingga waktu subuh hanya masuk air minum.

Jika fase induksi yang masih berfokus hanya pada hewani tanpa masuk makanan nabati, maka sesuaikan dengan waktu panjangnya puasa Intermittent Fasting (IF) selama 16 jam. Jika berhenti makan pukul 4 pagi, maka hitunglah waktu untuk mendapatkan puasa IF 16 jam, maka dari jam 4 pagi stop makan, akan dimulai kembali kegiatan makan pukul 20.00 atau jam 8 malam.

20 – 4 = 16 jam.
Dapat waktu “puasa” sesuai fase protokol KetoFastosis.

Lalu bagaimana saat magrib? apakah itu artinya kita tidak boleh berbuka hingga jam 8 malam?

Yang kita bahas adalah Intermittent Fasting, yang artinya Puasa makan, hanya makan. Selain makan yaitu minum air, diperbolehkan. Maka, saat magrib, segera batalkan puasa dengan air, VCO, IH yang dan dengan thayeeb. Lalu tunggu waktu makan pukul 8 malam atau sesudah tarawih. Waktu STOP melakukan kegiatan makan hingga pukul 9 atau 10.00 malam saat ramadhan.

Pastikan saat sahur dan berbuka, asupan air selalu tercukupi hingga mencapai 2,5 Liter per hari. Tidak perlu risau dengan kondisi harus bulak balik toilet karena BAK, memberikan hak pada tubuh supaya tidak kurang cairan itu lebih utama.

Bagaimana jika ingin melakukan Ramadhan dengan gaya hidup Ketofastosis, sesuai kaidah sunnah Rasulullah seperti :
– Mengakhirkan sahur dan mengawalkan buka.
– Makan sahur adalah keutamaan untuk mendapatkan berkah.
– Makan kurma saat membatalkan puasa saat ifthar.
– dan Sunnah lainnya yang dianggap tidak sesuai dengan protokol KetoFastosis.

Maka, jawabannya adalah : SILAHKAN.

Namun ingat, hukum sunnah itu bersifat flexible. Dilakukan memdapat pahala, tidak dilakukanpun tidak mengapa dan tidak ada hisban atasnya, jadi tidak perlu diperdebatkan panjang lebar mengenai aplikasi protokol KetoFastosis atau Sunnah pada bulan suci Ramadhan ini.

Satu hal yang perlu diperhatikan saat melakukan Sunnah selain halal yaitu syarat thayeeb atau baik nya. Misal, dalam mengkonsumsi kurma, pilih kurma Nabi yang tinggi serat dan rendah kandungan karbohidratnya, seperti kurma Ruhthob atau ajwa, bukan kurma curah dan murah meriah yang sudah diperam atau ditambahkan glukosa dan bisa didapatkan dimana saja.Semua makanan yg dihalalkan oleh Allah, kita tidak punya kapasitas untuk mengharamkan, namun ada syarat yang harus dipenuhi juga :
– Tidak berlebihan
– Baik atau tidak baik untuk kondisi tubuh.

Protokol KetoFastosis dibuat sebagai salah satu bentuk ikhtiar dalam mencapai kesehatan jasmaniah, dalam penetapan dan melakukannya, Insya Allah TIDAK berbenturan atau melanggar syariat agama manapun. Hanya ada “tata laksana” yang disesuaikan untuk kondisi tubuh manusia berdasarkan ilmu sains dan bio-molekular. Dilakukan akan lebih baik, tidak dilakukanpun itu adalah pilihan. Jika anda sembuh dalam KetoFastosis itu adalah kebaikan, maka Allah selalu menyukai kebaikan. Jika sudah begitu, bukankah ikhtiar KetoFastosis bisa dijadikan usaha atau ikhtiar dalam bentuk ibadah juga bukan?
Ikhtiar = ibadah.
hasilnya baik = disukai oleh allah SWT.

Semoga Ramadhan tahun ini penuh berkah dan menjadi golden moment kita semua untuk hijrah dan kembali terlahir suci.

Ramadhan Kareem with KETO-FASTOSIS (FASTING on KETOSIS) Indonesia.(*)