Ingin Adopsi Pendidikan Diniyyah Formal, Seratusan Pengasuh Ponpes Demak Kunjungi Pesantren Darul Ulum Batang

BATANG – Seratusan pengasuh pondok pesantren dari Kabupaten Demak berkunjung ke Pesantren Darul Ulum Batang, Rabu (25/5).
Kunjungan yang dikemas halaqah dan studi komparasi terkait manajemen pengelolaan pesantren tersebut difasilitasi Pemkab Demak dihadiri Bupati Hj Eisti’anah dan Wabup KH Ali Makhsun.
Turut hadir bersama rombongan Pengasuh Ponpes Fathul Huda Karanggawang yang juga Rois Syuriyah PCNU Demak KH Zaenal Arifin Ma’shum. Kedatangan rombongan diterima Pengasuh Ponpes Darul Ulum KH Maulana Zaenul Iroqy.
Zaenul Iroqy menuturkan lembaga yang diasuhnya merupakan pesantren berbasic salaf berupa Madrasah Diniyyah yang mengedepankan kurikulum kitab kuning. Namun demikian semua jenjang pendidikan mulai dari Awaliyah, Wustha dan Ulya mendapat pengakuan berstandar nasional sama dengan MI, MTs dan Aliyah yang ijazahnya dikeluarkan oleh Kementerian Agama.
“Pesantren Darul Ulum ini menerapkan sistem Pendidikan Diniyyah Formal (PDF) sesuai ketentuan Kemenag dan ijazahhya bukan hanya diakui secara nasional tetapi internasional,” terangnya.
Kelebihan sistem PDF semua santri memiliki kedalaman ilmu agama yang mumpuni, menguasai kitab kuning tetapi tidak ketinggalan ilmu umum termasuk eksak. Hanya saja semua materi bertuliskan berbahasa Arab.
Bupati Eisti’anah menyampaikan menjadi harapan bersama ilmu yang diperoleh dari Ponpes Darul Ulum Batang dapat diadopsi di Kabupaten Demak karena ponpes tersebut memiliki keunggulan luar biasa. Hal ini sangat penting, mengingat Demak sebagai sebuah wilayah yang sangat kental unsur religinya, keberadaan pondok pesantren dirasa sangat penting, khususnya dalam menjadi mitra pemerintah dalam mendukung setiap program dan kebijakan yang dimiliki oleh Kabupaten Demak.
Lembaga pendidikan pondok pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
“Kita tentunya sangat berharap ponpes yang ada di Demak bisa menjadi ponpes yang luar biasa. Mampu melahirkan santriwan santriwati yang tidak hanya memiliki ilmu agama yang mumpuni namun juga mampu menjadi sumber daya pembangunan yang bisa menjadikan Demak lebih bermartabat, maju dan sejahtera,” harap bupati. (Samsul Muarif)
