Kolaborasi untuk Kemajuan, Petani Semarang Serahkan Lahan demi Jalan Tol

IMG-20240331-WA0127

Warga petani rumpon dan tambak yang terdampak Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 melakukan pertemuan di Aula Kecamatan Genuk. Foto: Arusutama

ARUSUTAMA.com – Dalam semangat kebersamaan dan kemajuan, 59 petani rumpon dan tambak di Genuk, Semarang, telah menunjukkan solidaritas yang luar biasa dengan sukarela menyerahkan lahan garapannya untuk pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1.

Langkah mulia ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk mendukung proyek infrastruktur vital yang tidak hanya akan mempermudah akses transportasi tetapi juga berfungsi sebagai tanggul penahan rob yang telah lama menjadi masalah di pesisir pantura Semarang.

Pertemuan yang diadakan pada Rabu (27/3), di Aula Kecamatan Genuk, dipimpin oleh Joni Herizon Kenedy dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Forkompincam Genuk dan Satker pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak.

PPK Pengadaan Tanah dan Tim Ditkrimsus menjelaskan bahwa meskipun tanah yang ditempati para petani sebelumnya telah menjadi laut dan tidak memiliki izin resmi, tindakan mereka dalam mendukung pembangunan jalan tol menunjukkan komitmen yang kuat terhadap kemajuan daerah.

“Kami memahami pentingnya pembangunan ini bagi kemajuan kota kami. Kami bersedia melepaskan lahan yang telah kami garap selama bertahun-tahun demi kebaikan bersama,” ungkap Ketua Petani Rumpon dan Tambak, Joni Herizon Kenedy.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, penyedia jasa Paket 1B yang terdiri dari CRBC, PT. WIKA, PT. PP, Sinohydro, dan PT. Adhi Karya, telah memberikan bantuan tali asih kepada para petani pada Sabtu (30/3). Bantuan ini berupa uang tunai sebesar Rp 500.000 dan paket sembako, sebagai upaya untuk meringankan beban yang mereka alami akibat pengorbanan lahan mereka.

Inisiatif ini menandai babak baru dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, di mana kepentingan komunal dan dukungan terhadap proyek-proyek pemerintah menjadi prioritas bagi warga. Ke depan, Jalan Tol Semarang-Demak diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat tetapi juga menjadi simbol kerjasama dan kepedulian antarwarga dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik.

“Kami menghargai pengorbanan yang telah dibuat oleh para petani. Meskipun tanah yang mereka tempati sekarang adalah laut dan mereka tidak memiliki izin resmi, tindakan mereka sangat mendukung pembangunan infrastruktur yang kami butuhkan,” kata Robby Sumarna, selaku Humas CRBC PT Wika dan PT PP. (Sam)