Sungai Cabean Meluap, Banjir Rendam 750 Rumah dan 500 Hektar Sawah

Bupati Demak bersama Forkopimda saat tinjau lokasi jebolnya tanggul, Selasa (21/1). Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah bersama Komandan Kodim 0716/Demak Letkol Kav Maryoto dan Kapolres Demak AKBP Arif Cahaya Nugraha melakukan peninjauan langsung ke lokasi tanggul jebol di Sungai Cabean, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, Selasa (21/01).
Insiden tanggul jebol ini menyebabkan banjir yang merendam ratusan hektare sawah dan pemukiman warga. Pengecekan dilakukan menyusul jebolnya tanggul sepanjang 20 meter pada Selasa dini hari, yang mengakibatkan banjir di Desa Tlogoweru dan Bogosari, Kecamatan Guntur.
Sebanyak 750 rumah, 1.420 jiwa, 500 hektare sawah, serta fasilitas umum seperti balai desa, sekolah, tempat ibadah, dan peternakan terdampak banjir ini.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana untuk segera memperbaiki tanggul. Siang ini alat berat akan mulai bekerja di lokasi,” ujar Bupati Eisti’anah.
Ia juga memastikan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) siap mendukung perbaikan jika alat berat BBWS belum tiba.
Selain itu, posko bencana telah didirikan untuk membantu warga terdampak. Dinas Kesehatan juga telah dikerahkan guna mengevakuasi korban dan memberikan bantuan kesehatan.
“Kami berharap banjir tahun ini tidak separah tahun lalu,” tambahnya.
Tidak hanya di Sungai Cabean, tanggul Sungai Tuntang di Desa Kebonagung juga dilaporkan jebol sepanjang 15 meter dengan kedalaman genangan mencapai 70 cm. Forkopimda Kabupaten Demak turut meninjau lokasi ini untuk memantau dampak dan memastikan langkah penanganan lebih lanjut.
Senada, Komandan Kodim 0716/Demak, Letkol Kav Maryoto, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.
“Debit air di hulu sungai masih tinggi, dan tanggul sungai yang terkikis menjadi risiko besar,” ungkapnya.
Banjir ini juga menyebabkan kerugian pada sektor peternakan, dengan 9 peternakan lele, 10 peternakan sapi, dan 50 peternakan kambing terendam. Kebutuhan mendesak bagi warga terdampak meliputi air bersih, makanan cepat saji, serta pakaian untuk balita.
Gedung BLK telah disiapkan sebagai lokasi pengungsian. Selain itu, Bupati dan rombongan Forkopimda juga memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak, sebagai bagian dari langkah tanggap darurat pemerintah daerah. (Sm)
