Gerakan Adiwiyata Berbuah Prestasi, Lima Sekolah Demak Raih Penghargaan Nasional

Bupati Demak Eisti’anah secara simbolis menyerahkan Penghargaan Adiwiyata Nasional 2025 kepada lima sekolah di Kabupaten Demak sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Komitmen sekolah-sekolah di Kabupaten Demak dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan kembali mendapat pengakuan nasional. Melalui Program Adiwiyata, lima sekolah di Demak berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata Nasional Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.
Lima sekolah penerima penghargaan tersebut yakni SMAN 1 Karanganyar, SMAN 1 Karangtengah, SMPN 1 Mranggen, SDN Ngelowetan, dan SDN Krajanbogo. Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Demak Eisti’anah di Grhadika Bina Praja.
Program Adiwiyata merupakan program pemerintah yang menempatkan satuan pendidikan sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan hidup. Melalui penerapan prinsip Adiwiyata, sekolah tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga pada pembiasaan perilaku ramah lingkungan, pengelolaan sampah, penghijauan, serta pemanfaatan sumber daya secara bijak.
Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan bahwa keberhasilan meraih Penghargaan Adiwiyata Nasional menunjukkan adanya kolaborasi dan komitmen kuat seluruh warga sekolah dalam menjaga lingkungan.
“Penghargaan Adiwiyata adalah bukti bahwa sekolah mampu menjadi pusat edukasi dan teladan dalam pengelolaan lingkungan. Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama guru, siswa, dan kepala sekolah yang konsisten menerapkan budaya peduli lingkungan,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Sejalan dengan semangat Adiwiyata, Pemerintah Kabupaten Demak juga menyalurkan bantuan alat pengelolaan sampah kepada sejumlah desa dan bank sampah. Bantuan tersebut ditujukan untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan berkelanjutan hingga tingkat desa.
Bantuan yang diberikan meliputi berbagai sarana pengolahan sampah organik dan anorganik, seperti mesin pencacah, kontainer sampah, alat pemecah sampah organik, hingga fasilitas bank sampah. Upaya ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah, sebagaimana nilai-nilai yang juga ditanamkan melalui Program Adiwiyata di sekolah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak, Mulyanto, menegaskan bahwa Program Adiwiyata menjadi instrumen penting dalam membangun kesadaran lingkungan secara berkelanjutan.
“Adiwiyata bukan hanya penghargaan, melainkan sebuah gerakan. Sekolah didorong menjadi agen perubahan yang menularkan budaya peduli lingkungan ke masyarakat sekitar,” jelasnya.
Pemkab Demak berharap, dengan diraihnya Penghargaan Adiwiyata Nasional 2025 ini–sekolah-sekolah di Kabupaten Demak mampu menjadi pelopor dan inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya dalam mewujudkan lingkungan yang lestari, sekaligus mendukung program pengelolaan sampah tuntas dari sekolah hingga desa. (Sm)
