Raja Keraton Solo Hadir di Masjid Agung Demak, Nguri-uri Warisan Islam Nusantara

Rombongan Raja Keraton Solo berfoto bersama di Masjid Agung Demak usai Salat Jumat, sebagai bagian dari ikhtiar melestarikan warisan sejarah dan nilai Islam Nusantara. Foto: ist.
ARUSUTAMA.com – Raja Keraton Solo, Paku Buwono XIV, melanjutkan rangkaian kunjungan ibadah salat Jumat dengan menunaikan salat di Masjid Agung Demak, Jawa Tengah, Jumat (13/2/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda ke-14 dalam rangkaian salat Jumat di masjid-masjid bersejarah yang tersebar di Pulau Jawa.
Sampeyan dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) PB XIV Hangabehi menegaskan bahwa kehadirannya di Demak tidak memiliki agenda khusus selain menjalankan kewajiban sebagai seorang Muslim.
“Kegiatan Jumat adalah kewajiban seorang Muslim. Kebetulan rangkaian saya yang ke-14 ini berada di Masjid Agung Demak,” ujarnya usai menunaikan salat Jumat.
Ia juga membantah adanya tujuan tertentu, baik terkait isu budaya maupun agenda pengukuhan. Menurutnya, kunjungan tersebut murni sebagai upaya nguri-uri atau melestarikan masjid-masjid peninggalan leluhur dan para wali.
“Tidak ada agenda khusus. Ini sama-sama melestarikan masjid peninggalan para leluhur dan para wali. Ke depan, saya berharap masyarakat, khususnya anak muda, semakin mengenal budaya, adat, serta masjid-masjid peninggalan Nusantara yang luar biasa ini,” katanya.
Masjid Agung Demak dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia dan memiliki nilai historis penting dalam perkembangan Islam di tanah Jawa. Kehadiran Raja Solo di masjid tersebut diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai warisan sejarah Islam Nusantara.
Saat disinggung mengenai dualisme di Keraton Surakarta Hadiningrat, PB XIV memilih tidak memberikan tanggapan lebih jauh.
“Belum ada tanggapan untuk itu. Biarkan semuanya berjalan sesuai dinamika keluarga. Insyaallah mohon doa dan dukungannya agar segera selesai semuanya. Amin,” ucapnya.
Ke depan, PB XIV berencana melanjutkan rangkaian kunjungan ke sekitar 37 masjid keagungan milik Keraton yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ia juga berpesan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan.
“Tetap guyub rukun, saling mendukung, dan saling mendoakan. Kita sebagai umat Muslim harus saling merangkul. Keraton tetap berpuncak pada nilai-nilai Islam,” tuturnya. (Sm)
