Demak Raih Prestasi di Sub PIN Polio dan Stunting, Sabet Juara Dua Penanganan Stunting Jateng

DSC_9682-1024x683

Bupati Demak Eisti'anah saat monitoring sub PIN Polio putaran II di Balaidesa Getas, Wonosalam, Demak. Foto: Humas

ARUSUTAMA.com – Kabupaten Demak berhasil melaksanakan Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) Polio tahap 2 yang berlangsung pada Jum’at (23/2/2024). Bupati Demak, Eisti’anah, memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk Puskesmas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Bupati Eisti menekankan pentingnya memberikan dua tetes polio kepada anak usia 0-7 tahun 11 bulan 29 hari, untuk mencegah penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan seumur hidup, kesulitan bernafas, hingga kematian. Ia berharap target 95% anak bebas polio dapat tercapai di Kabupaten Demak.

“Kami menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya polio, gejala, dan cara penularannya. Kami juga berterima kasih kepada Puskesmas yang sangat membantu, tidak hanya dalam Sub PIN Polio, tetapi juga dalam penanganan stunting atau kurang gizi. Alhamdulillah, Kabupaten Demak mendapat peringkat 2 tingkat Jawa Tengah untuk penanganan stunting di tahun 2022,” ujar Bupati Eisti saat melakukan supervisi Sub PIN Polio tahap 2 di Desa Getas, Kecamatan Wonosalam.

Bupati Eisti juga mengkampanyekan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat. Ia meminta Dinas Kesehatan dan pihak terkait untuk terus mengedukasi dan mengajak masyarakat bergabung dengan program JKN yang bersifat gotong royong.

“Kami memberikan BPJS kesehatan bagi masyarakat kurang mampu sebagai bentuk perlindungan, kepedulian, dan kepatuhan. Kami berharap program ini dapat meningkatkan kesehatan dan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Bupati Eisti.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Wonosalam 1, dr. Munarto Ali Cabana, menyampaikan bahwa sasaran Sub PIN Polio 1 sebanyak 5661 anak, dengan capaian tahap 1 sebesar 99,9% dan capaian tahap 2 sebesar 70%. Sub PIN Polio di wilayah Puskesmas Wonosalam 1 dilaksanakan di 11 desa, melibatkan 29 petugas kesehatan, dan tidak ada kasus KIPI atau penolakan dari orang tua.

“Setelah kegiatan, kami melakukan penetesan vaksin polio secara simbolis dan penyerahan kartu JKN kepada masyarakat miskin,” tutur dr. Munarto. (Sam)