Satpol PP Demak Tindak Tegas Penjual Miras Oplosan Es Moni, Ratusan Botol Disita

Satpol-PP Demak saat menggelar konferensi pers barang bukti pembuatan Es Moni yang disita
ARUSUTAMA.com – Pemerintah Kabupaten Demak, melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), terus mengintensifkan operasi penertiban penyakit masyarakat, khususnya minuman keras (miras) oplosan yang dikenal dengan nama “Es Moni”, populer di kalangan remaja.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Demak, Agus Sukiyono, menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat.
“Kami menjalankan tugas sesuai peraturan, dan perintah dari Ibu Bupati yang meminta kami secara tegas untuk terus bergerak melakukan penertiban penyakit masyarakat,” ujar Agus dalam konferensi pers baru-baru ini.
Agus menambahkan, operasi non-yustisi dilakukan secara masif di seluruh wilayah Demak selama dua hingga tiga hari. Sebelum razia dilakukan, Satpol PP terlebih dahulu mengumpulkan informasi dari lapangan.
“Kami berhasil menyita berbagai jenis miras, baik pabrikan maupun tradisional seperti arak, dari warung, kafe, hingga rumah penduduk yang sudah kami selidiki sebelumnya,” jelasnya.
Dari hasil operasi, Satpol PP berhasil menyita 157 botol miras berbagai merek, serta alat pres gelas yang digunakan untuk mengemas Es Moni.
“Es Moni ini banyak digemari kalangan pelajar karena harganya terjangkau. Minuman ini merupakan campuran dari minuman bersuplemen dan arak tradisional,” jelas Agus.
Ia juga menegaskan bahwa perintah untuk menindak tegas penjual minuman keras ini datang langsung dari Bupati Demak.
“Kami diperintahkan untuk menutup tempat-tempat yang terbukti menjual minuman beralkohol, dan jika perlu, warung tersebut akan dibongkar agar memberikan efek jera,” tambahnya.
Agus menegaskan komitmennya untuk terus melakukan razia demi menjaga Demak tetap bermartabat, maju, dan sejahtera.
“Operasi ini dilakukan secara berkelanjutan untuk mewujudkan visi misi Bupati Demak, menjaga marwah Demak sebagai Kota Wali yang religi,” tutupnya.
