Bupati Eisti’anah Serukan Tindakan Cepat Tangani Banjir Demak dalam Rakor Jateng

Rakor Jateng Bupati Demak, BNPB, Gubernur Jateng

BNPB bersama Gubernur Jateng dan Bupati Demak serta Bupati Grobogan saat Rakor penanganan banjir, Kamis (23/1). Foto: ist

ARUSUTAMA.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama berbagai instansi terkait menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk membahas penanganan banjir yang kerap melanda wilayah Jateng. Rapat yang dipimpin langsung oleh Pj. Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, berlangsung di Gedung Pitaloka, Purwodadi, Kamis (23/1/2025).

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala BNPB RI, Kepala BMKG Jawa Tengah, Kepala BBWS Pemali Juwana, serta sejumlah kepala daerah, termasuk Bupati Demak dan Bupati Grobogan.

Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan keprihatinannya terkait dampak banjir yang hampir setiap tahun terjadi di Kabupaten Demak.

Pada tahun 2024, banjir yang disebabkan jebolnya tanggul Sungai Wulan mengakibatkan lebih dari 131.000 jiwa terdampak serta merendam ribuan hektar sawah. Tahun 2025, bencana serupa kembali terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Cabean yang mempengaruhi sekitar 9.000 jiwa.

Bupati Eisti’anah juga menyampaikan kondisi darurat terkait pintu air Bendungan Wilalung yang berfungsi mengatur aliran sungai besar di wilayah tersebut. Dari sembilan pintu air yang ada, hanya satu yang berfungsi dengan baik, sementara sisanya terhambat oleh sedimen dan kerusakan struktural.

“Kami meminta adanya perhatian khusus terhadap pintu air Bendungan Wilalung. Dari sembilan pintu yang ada, hanya satu yang berfungsi dengan optimal. Sisanya terhambat sedimen dan kerusakan struktural,” ujar Eisti’anah.

Selain itu, ia menyoroti kebutuhan mendesak untuk rehabilitasi Sungai Wulan dan penanganan serius terhadap masalah rob yang semakin meluas di sisi barat Kabupaten Demak.

“Kami berharap ada langkah konkret dari BBWS dan kementerian terkait untuk menangani permasalahan ini secara menyeluruh,” tambahnya dengan tegas, berharap ada solusi yang komprehensif untuk mengatasi masalah banjir dan rob yang mengancam wilayah Demak. (Sm)