313 Kiai Sepuh Gelar Istighotsah Merah Putih di Demak, Doakan Indonesia Makmur dan Bebas dari Rob

Pra persiapan Istighosah Merah Putih di Alun-alun Demak, Rabu (11/6). Foto: Sm
ARUSUTAMA.com — Sebanyak 313 kiai sepuh dari berbagai penjuru Nusantara akan memimpin doa bersama dalam gelaran Istighotsah Merah Putih di Alun-Alun Demak, Kamis (12/6) malam.
Acara spiritual berskala nasional ini digagas oleh KH Mansyur dari Pondok Pesantren Darul Ulum Asyariah, dengan harapan agar Indonesia menjadi negeri yang makmur, aman, dan terbebas dari berbagai bencana.
“Istighotsah ini sebagai wujud harapan kami agar bangsa ini hidup dalam kedamaian dan keberkahan,” ujar Wakil Ketua Panitia, Waryoto, saat ditemui, Rabu (11/6/2025).
Acara yang diprakarsai oleh para ulama sepuh ini mengangkat tema besar: mewujudkan Indonesia sebagai negeri gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo—istilah Jawa yang bermakna kemakmuran dan ketenteraman lahir batin.
Menurut Waryoto, ratusan kiai sepuh akan hadir dari berbagai provinsi, khususnya Pulau Jawa.
“Ini pertama kalinya Demak menjadi tuan rumah istighotsah akbar seperti ini. Kami ingin memadukan kekuatan spiritual dan kesadaran kebangsaan dalam satu momen,” jelasnya.
Selain untuk mendoakan bangsa secara umum, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengetuk hati pemerintah agar lebih serius menangani bencana rob yang semakin parah di wilayah pesisir Demak.
“Setiap hari, masyarakat pesisir harus menghadapi rob yang membuat aktivitas ekonomi lumpuh. Kami ingin para pejabat yang hadir bisa melihat langsung kondisi di lapangan,” ucap Waryoto.
“Kalau tidak sekarang diperhatikan, bisa-bisa Demak tenggelam perlahan. Ini bukan hanya soal air laut, tapi soal keberlangsungan hidup warga,” imbuhnya.
Acara ini akan dihadiri pula oleh para pejabat pemerintah, tokoh agama lintas organisasi, santri, dan ribuan masyarakat umum. Panitia juga menggandeng aparat keamanan dan petugas medis untuk memastikan acara berlangsung tertib dan aman.
Dipilihnya Demak sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal sebagai pusat awal penyebaran Islam di Jawa oleh para Wali Songo.
“Kami ingin menghidupkan kembali semangat Wali Songo. Doa-doa para ulama dahulu terbukti mengubah sejarah bangsa ini. Semoga kali ini juga demikian,” pungkas Waryoto. (Sm)
