BRIN Uji Ecoburner Portabel, Inovasi Pemusnah Limbah Ramah Lingkungan di Demak

BRIN teliti leptospirosis di Demak

Tim BRIN dan Dinkes Demak menguji pemanfaatan ecoburner portabel untuk pemusnahan limbah biologis hasil riset zoonosis di Desa Tridonorejo, Bonang. Foto: ist.

ARUSUTAMA.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak menggelar riset pemanfaatan ecoburner portabel dalam kegiatan penelitian zoonosis di Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang.

Riset ini difokuskan pada upaya deteksi penyakit leptospirosis yang hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di wilayah Demak.

Selama dua hari, tim gabungan melakukan penangkapan tikus di area pemukiman maupun alam liar (silvatik). Tikus hasil tangkapan diperiksa, kemudian organ dalamnya diambil untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium. Penelitian ini bertujuan mendeteksi adanya agen penyebab leptospirosis yang berpotensi menular ke manusia.

BRIN menekankan pentingnya inovasi pemusnahan limbah biologis secara aman melalui penggunaan ecoburner portabel. Perangkat ini digunakan untuk memusnahkan sisa organ hewan hasil pemeriksaan, sekaligus memastikan tidak ada risiko baru yang ditimbulkan bagi lingkungan.

“Kami melakukan uji pemanfaatan ecoburner portabel agar ke depan bisa menjadi standar dalam pemusnahan limbah biologis pada survei zoonosis, tanpa menimbulkan risiko baru bagi lingkungan,” ujar perwakilan BRIN.

Sementara itu, Programer Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Dinas Kesehatan Demak, Cholid Efendi, menegaskan bahwa keamanan limbah biologis merupakan hal utama.

“Kami ingin memastikan seluruh limbah biologis dari survei zoonosis dikelola dengan aman. Ecoburner portabel ini menjadi solusi praktis, khususnya saat penelitian dilakukan jauh dari fasilitas kesehatan,” jelasnya, Senin (29/9/2025).

Kegiatan ini melibatkan Tim BRIN dari Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Tim Puskesmas Bonang 1, serta partisipasi warga Desa Tridonorejo. Keterlibatan masyarakat juga diarahkan pada upaya pengendalian populasi tikus, mengingat kebersihan lingkungan menjadi kunci pencegahan zoonosis.

BRIN menilai, riset bersama ini sebagai upaya pengendalian leptospirosis, sekaligus bentuk kolaborasi berbasis bukti ilmiah yang dapat memperkuat kebijakan kesehatan masyarakat. (Sm)