STAI Islamic Centre Demak Siap Kembangkan Digitalisasi Kampus

IMG-20231230-WA0090

Kasubdik Diktis H Abdullah Faqih bersama Ketua Kampus Ahmad Zuhri dan jajaran dosen STAI-IC Demak. Foto: ist.

Demak, arusutama.com – Digitalisasi Kampus merupakan keharusan yang wajib diterapkan dalam perguruan tinggi, tak terkecuali Sekolah Tinggi Agama Islam Islamic Centre (STAI-IC) Demak.

“Saat ini era teknologi mengalami peningkatan sangat pesat, sehingga kampus tidak boleh terlena, apalagi tertinggal oleh perkembangan teknologi informasi,” ucap Ketua STAI-IC Demak, Ahmad Zuhri kepada arusutama, Senin (8/1/2023).

Lebih lanjut, Zuhri mengatakan bahwa perkembangan itu salah satunya sudah memulai adanya sistem kemahasiswaan dengan bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) dan itu bagian awal dalam proses digitalisasi.

Namun, imbuh Zuhri, di dalam perkembangannya, digitalisasi kampus tidak cukup dengan itu, bahkan pada seluruh aspek yang ada di kampus itu berbasis kepada digitalisasi.

“Jika ini bisa kita lakukan, maka kampus tidak hanya bersifat lokal tetapi kita sudah mengglobal, kita sudah dikenal oleh seluruh masyarakat dunia dan sekaligus kita bisa bekompetisi secara global,” jelasnya.

Maka dari itu, dirinya menghadirkan Kasubdik Diktis Pusat yang memang membidangi secara khusus di bidang akademik untuk peningkatan kapasitas dosen STAI Islamic Centre Demak.

“Ini merupakan salah satu program peningkatan kualitas dosen sebagai proses edukasi atau pembelajaran di kampus. Semoga Digitalisasi di Kampus STAI-IC Demak kedepan semakin membaik,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pengembangan Akademik (Kasubdik) Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) H Abdullah Faqih menjelaskan bahwa mahasiswa saat ini mencari pengalaman belajar tidak hanya memberikan ijazah dan ilmu teori saja, tapi juga kemampuan digital dan mempraktikkannya.

“Mahasiswa kita adalah generasi Z dan Alpha yang menginginkan pengalaman belajar digital. Digitalisasi Kampus bagi mereka bukan lagi kemewahan, tapi kenormalan bahkan kewajiban,” ujarnya saat berikan pembinaan dosen PTKI di Aula STAI-IC Demak (30/12/2023) belum lama ini.

Faqih menambahkan, Kampus yang berbasis teknologi diharapkan dapat mempermudah para pengelola data di perguruan tinggi untuk melakukan pelaporan dan sinkronisasi data.

Selain itu, juga untuk mempercepat pelayanan dan menyediakan layanan yang transparan, sehingga dapat mempermudah diikuti oleh proses kelembagaan yang terintegrasi sistem.

“Jadi, kolaborasi antara Kemendikbudristek Diktis, Kampus dan industri semakin mudah. Dan, Kampus yang tidak digital akan ditinggal oleh konsumen,” pungkasnya. (Sam)