Andika Perkasa Janji Tingkatkan Ekonomi Mikro Pasar Tradisional di Jawa Tengah

Kampanye Calon Gubernur Jateng, Andika Perkasa di Pasar Bintoro Demak

Kampanye Calon Gubernur Jateng, Andika Perkasa di Pasar Bintoro Demak, Senin (14/10). Foto: ist

ARUSUTAMA.com – Calon Gubernur Jawa Tengah, Andika Perkasa mengadakan kampanye di Pasar Bintoro, Demak, dengan fokus mendengarkan keluhan pedagang dan pembeli. Bagi Andika, interaksi langsung dengan pedagang mikro, kecil, dan menengah adalah prioritas, mengingat kontribusi belanja masyarakat terhadap ekonomi Jawa Tengah mencapai 61%.

Usai berkeliling pasar, Andika menekankan pentingnya sentra perdagangan sebagai tempat yang nyaman bagi masyarakat. Namun, ia juga mencatat berbagai keluhan yang diterimanya, seperti masalah antara pedagang yang memiliki lapak di dalam pasar dan mereka yang berjualan di luar.

“Meskipun terlihat sepele, masalah ini dapat berpengaruh besar terhadap penghasilan dan kenyamanan para pedagang,” ungkapnya, Senin (14/10).

Mengenai sepinya pembeli, Andika menyatakan bahwa fenomena ini bukan hanya terjadi di Pasar Bintoro, tetapi juga di pasar-pasar lain di Jawa Tengah. Ia berkomitmen untuk mengatasi masalah ini dengan serius jika terpilih sebagai Gubernur. Andika juga menyoroti pentingnya menjembatani usaha offline dan online, menyadari bahwa digitalisasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia usaha saat ini.

“Persaingan antara usaha online dan offline tidak bisa dihindari. Kami akan memberikan pelatihan dan pembinaan agar para pedagang dapat berinovasi dan bersaing secara sehat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Seorang pedagang (40), Santoso, menyatakan kebahagiaannya bisa berbicara langsung dengan Andika. Ia berharap calon gubernur tersebut dapat mengatasi masalah yang dihadapi pedagang di dalam dan luar pasar.

“Kami merasa dirugikan sejak adanya pasar di luar. Semoga ini bisa menjadi perhatian,” ujarnya.

Kampanye Andika Perkasa di Pasar Bintoro juga dihadiri oleh istri dan pasangan calon Bupati Demak nomor 02, Eisti’anah dan Gus Badruddin, yang disambut antusias oleh para pedagang dan pengunjung pasar.