Bocah 11 Tahun Tewas Terseret Arus Deras Sungai Dombo

Bocah Tenggelam

Korban anak tenggelam di Sungai Dombo dievakuasi Danramil bersama warga, Rabu (11/12). Foto: ist

ARUSUTAMA.com – Tim gabungan dari Koramil 12/Mranggen yang dipimpin oleh Danramil Kapten Inf Tulodo bersama BPBD Banyumeneng dan warga setempat, melaksanakan operasi pencarian seorang anak yang tenggelam di Sungai Dombo Sayung, Desa Brumbung, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Rabu (11/12).

Korban, Afnaf Denis (11), warga RT 06 RW 02 Desa Brumbung, dilaporkan terseret arus deras Sungai Dombo saat bermain bersama dua temannya. Menurut salah seorang saksi, sekitar pukul 11.30 WIB, korban dan kedua temannya sedang mandi di sungai dekat Perumahan Gardenea Brumbung.

“Air tiba-tiba deras. Dua temannya berhasil naik ke tanggul, tapi korban yang tidak bisa berenang langsung hanyut terbawa arus,” ungkap saksi yang enggan disebutkan namanya.

Mendengar laporan tersebut, Serma Mashudi bersama Danramil Kapten Inf Tulodo segera memimpin pencarian. Proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai, termasuk area di bawah jembatan yang dipenuhi sampah.

“Kami fokus mencari di titik-titik yang kemungkinan menjadi tempat tubuh korban tersangkut,” ujar Kapten Inf Tulodo.

Sekitar pukul 14.00 WIB, tubuh korban akhirnya ditemukan oleh salah seorang warga yang ikut membantu pencarian. Korban langsung dievakuasi ke atas tanggul, namun nyawanya sudah tidak tertolong.

“Saya merasakan sesuatu tersangkut, ternyata itu tubuh korban,” tutur warga tersebut.

Kapten Inf Tulodo menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini dan mengingatkan masyarakat agar lebih waspada.

“Saya mengimbau warga, terutama yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Dombo, untuk lebih mengawasi anak-anak yang bermain atau mandi di sungai. Arus sungai ini sangat deras dan berbahaya, terutama bagi anak-anak yang tidak bisa berenang,” tegasnya.

Ia juga berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan, terutama di lingkungan yang berisiko tinggi seperti aliran sungai yang deras.

“Mari kita jaga keselamatan bersama, agar tragedi seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya. (Sm)