BMKG Peringatkan Banjir Rob di Demak, Ini Waktu dan Dampaknya

Rob Demak

Desa Timbulsloko yang kini kelilingi air laut. Foto: ist

ARUSUTAMA.com – Masyarakat di wilayah pesisir Pantai Utara Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Demak, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada Selasa, 25 Februari 2025, antara pukul 17.00 hingga 20.00 WIB.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas telah mengeluarkan peringatan dini terkait banjir pesisir ini. Fenomena tersebut terjadi akibat peningkatan pasang air laut yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.

“Mohon menjadi perhatian bagi wilayah pesisir yang biasa terdampak banjir rob untuk dapat diantisipasi,” demikian isi imbauan resmi BMKG yang diterima, Selasa (25/2/2025).

Banjir rob dapat berdampak signifikan terhadap berbagai sektor, seperti terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir, menurunnya aktivitas petani garam serta perikanan darat, hingga terhambatnya proses bongkar muat di pelabuhan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan selalu siaga dan memperbarui informasi cuaca maritim dari BMKG.

Salah satu wilayah yang kerap terdampak adalah Jalan Pantura di Kecamatan Sayung, Demak. Warga setempat maupun pengguna jalan sering mengeluhkan genangan air yang menghambat mobilitas.

“Pas kemarin saya lewat, rob memang sudah mulai naik, meski tidak parah. Kalau ada hujan, pasti lebih tinggi dan macet. Dengan adanya peringatan ini, pasti bakal tambah tinggi. Harapannya bisa segera ada solusi,” ujar Nurhidayanto, seorang pengendara yang sering melintasi kawasan tersebut.

Menanggapi ancaman ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak terus berupaya mengatasi banjir rob dengan berkoordinasi bersama pemerintah provinsi dan pusat. Berbagai langkah penanggulangan sedang dilakukan guna meminimalisir dampak bencana ini terhadap masyarakat. (Sm)