Tercium Bau Busuk, Pria Mranggen Ditemukan Tewas Dalam Kamar

Mayat meninggal dunia Kapolsek Mranggen

Petugas kepolisian bersama tim medis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah warga Perum Kebon Agung Barat, Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Demak, Selasa (23/12), usai ditemukan seorang pria meninggal dunia di dalam kamar rumahnya. Foto: Sm

ARUSUTAMA.com – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di wilayah Kebon Agung Barat, Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, pada Selasa (23/12) sore. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah warga mencium bau tidak sedap dari dalam rumah korban.

Korban diketahui bernama Copan Pasa Iswahyudi (44), seorang karyawan swasta asal Kota Semarang yang tinggal di Perum Kebon Agung Barat RT 01 RW 16, Desa Kebonbatur, Mranggen, Demak.

Berdasarkan laporan kepolisian, kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Mranggen sekitar pukul 16.22 WIB, setelah sebelumnya korban ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya sekitar pukul 15.15 WIB.

Kapolsek Mranggen AKP Kumaidi, menyampaikan bahwa pihaknya segera melakukan langkah penanganan begitu mendapat laporan.

“Begitu menerima informasi dari warga, kami langsung mendatangi lokasi, mengamankan TKP, memeriksa saksi-saksi, dan berkoordinasi dengan tim medis. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (24/12/2025).

Menurut keterangan saksi Sumarni (52), yang pertama kali menemukan korban, ia sempat mendatangi rumah korban pada pagi hari untuk keperluan kerja.

“Saya sudah mengetuk pintu lama, tapi tidak ada jawaban. Waktu menunggu, saya mencium bau tidak enak dari dalam rumah. Karena tidak kunjung keluar, saya kembali lagi siang harinya dan setelah masuk rumah, saya melihat korban sudah meninggal,” jelasnya.

Ketua RW 16, Siti Solechah, membenarkan bahwa pihaknya turut mengizinkan saksi masuk setelah bau menyengat semakin terasa.

“Kami memberi izin membuka pintu karena ada kecurigaan kondisi darurat. Setelah ditemukan korban, kami langsung lapor ke Bhabinkamtibmas,” ungkapnya.

Polsek Mranggen kemudian menghubungi tim medis dari Puskesmas Mranggen III, yang melakukan pemeriksaan luar terhadap jasad korban. Petugas medis menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Kondisi tubuh sudah membengkak dan membusuk. Tidak ditemukan luka atau indikasi penganiayaan,” terang salah satu petugas medis, Ekfil Lubab.

Dari keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit hipertensi. “Almarhum memang punya riwayat tekanan darah tinggi. Kami menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak meminta autopsi,” ujar salah satu anggota keluarga dalam surat pernyataan yang disampaikan kepada polisi.

Dengan temuan tersebut, polisi memastikan bahwa kasus ini bukan tindak pidana.

“Kesimpulan awal, korban meninggal di dalam rumah karena faktor kesehatan. Tidak ada unsur kekerasan,” tegas AKP Kumaidi. (Sm)