Pasar Sayung Tua dan Terendam Rob, Rp. 48 Miliar Disiapkan untuk Perbaikan

Kunjungan kerja Ketua Komisi B DPRD Demak bersama sejumlah anggota dewan lainnya di Pasar Sayung Demak, Senin (16/12). Foto: ist
ARUSUTAMA.com – Pasar Sayung kembali menjadi sorotan usai kunjungan kerja Ketua Komisi B DPRD Demak, Tatiek Soelistijani, bersama sejumlah anggota dewan pada Senin (16/12).
Dalam kunjungan tersebut, kondisi pasar yang sudah tidak memadai dan sering terdampak banjir rob menjadi perhatian utama.
Anggota Komisi B DPRD Demak menyoroti kerusakan pasar yang disebabkan oleh usia bangunan yang sudah tua dan banjir rob yang kerap melanda. Tatiek Soelistijani menegaskan bahwa revitalisasi total harus menjadi prioritas, bukan sekadar perbaikan kecil yang hanya memberikan solusi sementara.
“Pasar Sayung adalah pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang kondisinya kini sangat memprihatinkan. Kami ingin memastikan pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki pasar ini demi kenyamanan pedagang dan pembeli,” ujar Tatiek.
Tatiek juga menekankan pentingnya pendataan pedagang secara menyeluruh untuk memastikan mereka mendapatkan tempat yang layak setelah revitalisasi selesai. Ia mengakui bahwa kendala ketersediaan lahan harus diselesaikan melalui kerja sama berbagai pihak.
“Pasar tradisional adalah denyut nadi ekonomi masyarakat. Revitalisasi ini harus meningkatkan kesejahteraan pedagang dan memberikan kenyamanan bagi pembeli,” tambahnya.
Menanggapi kunjungan tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM, Sunoto, mengapresiasi perhatian Komisi B terhadap kondisi pasar. Ia menegaskan bahwa revitalisasi total Pasar Sayung sudah direncanakan dengan anggaran sebesar Rp. 43 miliar untuk pembangunan utama dan Rp. 5 miliar untuk pasar sementara.
“Detail Engineering Design (DED) telah kami siapkan. Kami juga berupaya mencari solusi agar pedagang tetap bisa beraktivitas selama proses pembangunan berlangsung,” kata Sunoto.
Revitalisasi Pasar Sayung direncanakan berjalan bertahap dengan melibatkan berbagai pihak untuk memastikan proses berlangsung lancar tanpa gejolak di kalangan pedagang. Proyek ini diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur pasar, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar Pasar Sayung.
