Berkat 15 Industri Aktif, Jatengland Serap 10.000 Lebih Tenaga Kerja di Demak

Sekda Demak Akhmad Sugiharto/Ketua Forum Penataan Ruang saat meninjau langsung aktivitas produksi di kawasan industri Jatengland. Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Pemerintah Kabupaten Demak melalui Forum Penataan Ruang (FPR) kembali menggelar Penilaian Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) terhadap Kawasan Industri PT. Jawa Tengah Lahan Andalan (Jatengland).
Evaluasi ini adalah bagian dari komitmen Pemkab dalam memastikan pembangunan kawasan industri selaras dengan prinsip tata ruang yang berkelanjutan dan berdampak nyata secara ekonomi.
Dalam kegiatan ini, sejumlah data disampaikan, di antaranya jumlah perusahaan yang telah beroperasi di Jatengland sebanyak 15 perusahaan per Mei 2025. Kawasan industri tersebut tercatat telah menyerap total 10.483 tenaga kerja, yang terdiri dari 8.383 tenaga kerja industri dan 2.100 tenaga kerja konstruksi.
Data ini menunjukkan bahwa Jatengland mulai memberi kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi lokal dan perluasan kesempatan kerja di Kabupaten Demak. Progres ini menjadi perhatian utama FPR dalam menilai kesesuaian pemanfaatan ruang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, selaku Ketua FPR menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab dan pengawasan pemerintah terhadap pengelolaan ruang industri berbasis data.
“Kami ingin memastikan setiap pembangunan industri tidak hanya legal secara administratif, tetapi juga selaras dengan tata ruang dan memberi dampak positif yang terukur bagi masyarakat,” ujarnya, Senin (7/7/2025).
Selain membahas progres pembebasan lahan dan perizinan, FPR juga menyoroti pentingnya akurasi data dalam pengambilan keputusan pembangunan.
Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DINPUTARU), Amir Mahmud, menambahkan bahwa evaluasi PKKPR bukan hanya formalitas administratif, tetapi menjadi alat kendali kualitas pembangunan wilayah.
“Penilaian PKKPR bukan sekadar prosedur, tetapi juga sarana koreksi berbasis data untuk memastikan kualitas pemanfaatan ruang yang optimal,” katanya.
Perwakilan dari PT Jatengland, Rini Arifiani, memaparkan bahwa kawasan industri ini terus berkembang, dengan penambahan fasilitas dan peningkatan aktivitas perusahaan yang beroperasi. Pemaparan ini diperkuat dengan tinjauan lapangan ke PT. Donlim Technologi Indonesia sebagai salah satu tenant aktif. (Sm)
