Kepala Kesbangpol Demak; Media Massa Adalah Garda Terdepan Perangi Berita Hoaks

Kepala Kesbangpol Demak Kendarsih Iriani saat berikan sambutan Upgrading PWI Demak. Foto: Sam
Demak, arusutama.com – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Demak, Kendarsih Iriani mengungkapkan jika media massa merupakan salah satu garda terdepan dalam memerangi berita hoaks.
“Jadi kami mohon peran aktifnya untuk menjaga kondusifitas wilayah melalui media massa, karenanya bisa menjaga persatuan dan kesatuan yang ada,” ucap Kendarsih saat berikan sambutan dalam Upgrading Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Demak bersama Kesbangpol bertajuk ‘Peran Media Massa dalam Memerangi Hoaks Jelang Pemilu Serentak 2024’ di Aula Lantai 3 Kesbangpol Demak, Selasa (14/11/2023).
Selain bersinergi dengan media massa, Kendarsih juga menyebutkan ada enam program dari Kesbangpol, diantaranya sebagai penunjang pemerintah daerah, penguatan ideologi pancasila dan wawasan karakter kebangsaan, peningkatan peran partai politik dan lembaga pendidikan politik, pengembangan etika serta budaya politik, keempat program pemberdayaan dan pengawasan organisasi kemasyarakatan.
“Kelima, program pemberdayaan dan pengembangan ketahanan ekonomi sosial dan budaya, terakhir program peningkatan kewaspadaan nasional dan peningkatan kualitas penanganan konflik sosial,” terang Kendarsih yang juga sebagai pembuka Upgrading PWI Demak.
Lebih lanjut, Kendarsih menegaskan kalau ke-enam program tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan divisi masing-masing dan bekerja secara tim.
“Tentu kami tidak bisa bekerja sendirian, perlu sinergitas dengan banyak elemen, apalagi dengan adanya media massa pengaruhnya luar biasa terutama dalam memerangi berita hoaks, karena kita semua tahu bahwa berita hoaks penuh dengan kebohongan tapi dibuat seperti nyata dan ada,” ungkapnya.
Senada, Ketua PWI Demak, Wahib Pribadi menegaskan jika di PWI itu ada yang namanya uji kompetensi wartawan (UKW), itu sebagai bentuk bahwa wartawan tersebut telah diuji kompetensinya, wartawan yang benar-benar bisa dan mampu membuat produk jurnalistik sesuai dengan kode etik.
“Peran media massa sangat penting, karna itu berdasarkan fakta, dan fakta adalah sebuah kebenaran. Hoaks itu adalah berdasarkan kebohongan yang harus diperangi. Maka perlunya ada cek and ricek, wartawan profesional tidak mungkin membuat berita bohong atau hoaks, karna fakta adalah ruh jurnalistik,” pungkas Wahib.
Hadir pula Pembina PWI Demak, Hasan Hamid sebagai Narasumber kedua dan peserta dari Organisasi se-Kabupaten Demak. (Sam)
