Bonangrejo Gencarkan Sosialisasi PHBS, Warga Diajak Wujudkan Desa Sehat

Sosialisasi PHBS Desa Bonangrejo

Pemdes Bonangrejo bersama narasumber memaparkan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat di Aula Balaidesa, Sabtu (29/11/2025). Foto: Sm

ARUSUTAMA.com – Pemerintah Desa Bonangrejo menggelar sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi masyarakat setempat di Aula Balai Desa Bonangrejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Sabtu (29/11/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh warga dari berbagai dusun dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Desa Bonangrejo, M. Asnawi, dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini menjadi langkah penting pemerintah desa untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat ke arah yang lebih sehat.

“Bonangrejo terus mengejar sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat dengan tujuan untuk menciptakan kehidupan yang lebih sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga digelar untuk memastikan warga dapat menerapkan pola hidup bersih dalam aktivitas sehari-hari.

Sebagai narasumber pertama, dr. Nafiatul Aliah menjelaskan secara rinci mengenai pentingnya PHBS sebagai upaya individu untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar.

“PHBS adalah perilaku sadar yang dilakukan setiap orang untuk meningkatkan kesehatannya serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” jelasnya.

Ia memaparkan bahwa terdapat 10 indikator PHBS yang harus dipahami dan diterapkan oleh masyarakat, mulai dari kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, hingga mengelola sanitasi dengan baik. Penerapan indikator-indikator tersebut diyakini mampu meminimalisir risiko berbagai penyakit.

Dalam pemaparannya, dr. Nafi juga menyoroti empat penyakit berbasis lingkungan yang perlu diwaspadai, yakni Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, penyakit kulit, dan leptospirosis. Ia menjelaskan penyebab sekaligus langkah pencegahannya, termasuk pentingnya program 3M Plus untuk mengatasi DBD, kebersihan air minum untuk mencegah diare, hingga penggunaan alat pelindung saat terjadi banjir guna mencegah leptospirosis.

“Dengan memahami PHBS dan menerapkannya secara konsisten, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan terhindar dari berbagai penyakit,” tegasnya.

Narasumber kedua, Pendamping Desa Kecamatan Bonang, Barik Kamala, turut menekankan bahwa pemerintah desa memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan kesehatan masyarakat. “Dalam menunjang kegiatan kesehatan, kita bisa menganggarkan melalui dana desa,” ungkapnya.

Sementara itu, narasumber terakhir, Hafid, selaku tokoh pemerhati perilaku sehat Desa Bonangrejo, mengajak warga untuk terus membiasakan aktivitas sehari-hari yang mendukung pola hidup sehat. Ia menyebut bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara rutin dapat memberikan dampak kesehatan yang besar bagi masyarakat.

Pemerintah Desa Bonangrejo berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini–seluruh warga dapat semakin memahami pentingnya kebersihan sebagai kunci utama kesehatan dan kebahagiaan. Program ini juga bagian dari komitmen desa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi kesehatan berkelanjutan. (Sam)