Gelombang Arus Balik Dihantam Rob, Kemacetan Mengular di Sayung Demak

Banjir Rob Sayung arus mudik macet

Polres Demak saat mengurai kemacetan akibat rob di jalan Sayung Demak, Jumat (4/4). Foto: Sm

ARUSUTAMA.com – Puncak arus balik Lebaran 2025 di jalur Pantura Demak, Jawa Tengah, terganggu akibat banjir rob yang merendam jalan. Genangan air setinggi 50 sentimeter menyebabkan antrean kendaraan mengular panjang, memperparah kemacetan, Jumat (4/4/2025) malam.

Banjir rob yang melanda Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, membuat banyak kendaraan, termasuk mobil dan sepeda motor, mengalami mati mesin setelah nekat menerjang genangan air. Situasi ini memaksa para pengendara melaju perlahan di bagian tengah jalan yang memiliki genangan lebih rendah agar tidak terjebak mogok.

Sejumlah personel kepolisian dari Polres Demak dikerahkan untuk membantu mengatur lalu lintas dan mengevakuasi kendaraan yang mengalami gangguan.

Wakil Kapolres Demak, Kompol Satya Adi Nugraha, menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan personel dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) serta Polsek Sayung guna mengurai kemacetan dan memberikan bantuan kepada para pemudik.

“Kami telah menurunkan anggota dari Satlantas dan Polsek untuk mengatur arus lalu lintas serta membantu kendaraan yang mogok. Hingga Jumat malam, tercatat tiga mobil dan sejumlah sepeda motor mengalami gangguan akibat banjir rob,” ujarnya.

Seorang pemudik yang terjebak kemacetan, M. Fandi, mengungkapkan keluhannya karena harus tertahan berjam-jam akibat banjir rob.

“Saya dari Depok menuju Kudus, tetapi perjalanan terhambat karena banjir ini. Saya berharap pemerintah pusat segera memberi perhatian khusus agar kejadian seperti ini bisa diminimalisir,” katanya.

Sementara itu, arus balik yang melewati Demak mengalami lonjakan signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Mayoritas kendaraan berasal dari arah timur menuju barat, sehingga memperparah kondisi lalu lintas.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa banjir rob di wilayah ini masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, dengan siklus genangan yang terjadi pada sore hingga malam hari. Para pengendara diimbau untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan jalur alternatif guna menghindari kemacetan serta risiko kendaraan mogok akibat banjir. (Sm)