Warga Sayung Soroti Dampak Pembangunan Tol, Banjir Kini Lebih Lama Surut

Dampak pembangunan tol banjir susah surut

Kondisi Jalur Pantura Sayung, Demak, yang mulai surut dari genangan banjir. Meski air berangsur hilang, sebagian ruas jalan masih tergenang dan menjadi perhatian warga. Foto: ist.

ARUSUTAMA.com – Meski banjir di Jalur Pantura Sayung, Kabupaten Demak, mulai surut, sejumlah warga masih menyuarakan keresahan mereka terhadap dampak pembangunan Tol Semarang–Demak yang dinilai mempengaruhi lamanya genangan air hilang di wilayah tersebut.

Pantauan di lokasi, air di sisi utara Jalur Pantura Sayung telah surut sepenuhnya, sementara genangan di sisi selatan yang mengarah ke Kota Semarang masih berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter. Meski arus lalu lintas kembali lancar, warga menilai perubahan pola banjir di Sayung perlu menjadi perhatian serius pemerintah.

Bagio, warga Desa Sayung yang telah tinggal di kawasan tersebut sejak 2005, mengatakan bahwa banjir di desanya kini jauh lebih sering dan membutuhkan waktu lama untuk surut.

“Dulu banjir cuma karena rob. Setelah air pasang turun, ya kering lagi. Tapi sejak ada pembangunan tol ini, airnya susah sekali surut,” ungkapnya, Rabu (5/11/2025).

Ia menuturkan, kondisi itu berbeda jauh dengan beberapa tahun lalu. Kini, genangan bisa bertahan berhari-hari meski curah hujan sudah menurun.

“Dulu paling setinggi dengkul dan cepat hilang. Sekarang airnya tinggi dan lama. Katanya mau ada kolam tampungan, tapi sampai sekarang belum kelihatan hasilnya,” tambah Bagio.

Sejumlah warga lainnya juga mengeluhkan hal serupa. Mereka khawatir proyek besar yang digadang-gadang bisa menjadi solusi banjir justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat sekitar.

“Pemerintah jangan cuma fokus bangun jalan tol. Tol itu bagus, tapi jangan sampai warga sekitar jadi korban karena banjir makin lama surutnya,” ujar seorang warga lain yang enggan disebutkan namanya.

Menanggapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak memastikan pihaknya terus melakukan monitoring dan pompanisasi lanjutan di sejumlah titik genangan.

Selain itu, koordinasi juga terus dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pihak pengelola proyek tol untuk mencari solusi jangka panjang.

Warga berharap, dengan menurunnya intensitas hujan dan optimalisasi sistem pompa–genangan di wilayah Sayung dapat segera hilang seluruhnya. Dan, warga juga berharap agar pembangunan infrastruktur tetap memperhatikan dampak lingkungan serta keselamatan masyarakat sekitar. (Sm)